Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

CLASSIC

Try with us

Join & Get Updates

Showing posts with label Inventor. Show all posts
Showing posts with label Inventor. Show all posts

Saturday, November 12, 2016

Sosok yang berjasa di balik sebatang Pensil modern

NICOLAS JACQUES CONTÉ (1755-1805)
Pensil merupakan salah satu alat tulis yang penting bagi kehidupan manusia. Pada perkembanganya, pensil bukan hanya digunakan untuk menulis atau melukis, tapi juga sebagai kosmetik. Lantas, siapakah yang berjasa membuat pensil?

Sebagaimana dikutip dari laman Pencilmuseum.co.uk pada Selasa, 8 November 2016, sejarah pembuatan pensil diawali dengan penggunaan grafit dengan batang logam tipis, pada 1564, di Borrowdale, Inggris. Grafit pada mulanya dimasukkan dalam sebuah tongkat kayu, yang menjadi cikal bakal pensil kayu modern.

Sebagai awal pemanfaatan grafit sebagai bahan baku pensil secara masal mulai pada 1662, di Nuremberg, Jerman. Selanjutnya, pada 1760, keluarga Faber yang tinggal di Jerman mendirikan pabrik pensil pertama. Namun, pensil buatan pabrik itu kurang diminati, sebab pensil yang dihasilkan mudah patah dan mengotori tangan.
Pensil moderen yang ada saat ini mengunakan campuran grafit dan tanah liat yang dikembangkan oleh Nicolas Jacques Conté. (Gambar dari: http://adf.ly/1fVqQL)
Dan pada 1793, terjadilah perang antara Inggris dan Perancis. Perang tersebut mengakibatkan perekonomian Perancis melemah. Kondisi ekonomi yang lemah itu membuat impor grafit dari Inggris ke Perancis terhenti.

Di dalam kondisi serba sulit itu membuat seorang penemu dan insinyur dari Perancis, bernama Nicolas Jacques Conté berinovasi membuat isi pensil dari bahan grafit non-impor. Nicolas Jacques Conté lahir pada 4 Agustus 1755 di Aunou-sur-Orne, Perancis. Ia adalah seorang anggota korps ilmiah ekspedisi Napoleon ke Mesir (1798-1801) yang mengembangkan metode pembuatan pensil modern.

Pada tahun 1795 setelah melakukan berbagai percobaan, Conté berhasil menyempurnakan pembuatan pensil. Ia membuat isi pensil dari campuran grafit dan tanah liat, yang menghasilkan pensil berkualitas baik. Dari eksperimennya itu, Conté berhasil membuat pensil dengan warna hitam dengan tekstur yang baik.

Hingga saat ini, hasil eksperimennya itu masih digunakan sebagai ramuan pembuat isi pensil modern. Oleh sebab itulah, nama Nicolas Jacques Conté dikenal sebagai penemu pensil modern. Bahkan, sampai saat ini, nama Conté masih digunakan sebagai salah satu merek pensil di Perancis. Nicolas Jacques Conté meninggal di usia 50 tahun, pada 8 Desember 1805, di Paris, Perancis.

Pada awalnya, pensil diproduksi tanpa dicat pada bagian batangnya. Hal itu dimaksudkan untuk memperlihatkan kualitas kayu pada pensil itu. Namun, diakhir abad ke-19 hingga saat ini, pensil mulai dicat warna-warni guna mempercantik tampilannya. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | LINDA HALL LIBRARY | ENCYCLOPEDIA BRITANICA | PENCIL MUSEUM]
Note: This blog  can be accessed via your smart phone

Sunday, July 17, 2016

Pencipta Bola Bumi pertama

Abu Abdullah Muhammad Ibnu Al-Idrisi Ash-Sharif (1100-1160)
Namanya mungkin asing bagi kita, lalu mungkin anda akan langsung bertanya 'Siapakah Dia?' Tak kenal maka tak sayang, mungkin inilah pepatah yang tepat untuk menggambarkan ketidaktahuan kita pada penemu yang akan dibahas kali ini. 

Sejatinya dia adalah seorang ilmuwan besar yang memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibnu Al-Idrisi Ash-Sharif. Dia dikenal juga dengan nama singkat Al-Idrisi, Al-Sharif, Al-Qurtubi. Orang Barat memanggilnya dengan sebutan Edrisi atau Dreses. Dia dikenal sebagai seorang kartografer dan geografer, yang dilahirkan di Ceuta, Maroko pada tahun 1100 M..

Pada tahun 1138 M. di kota Palermo, Sicilia, sebuah pertemuan istimewa antara seorang raja Kristen dengan seorang ilmuwan Muslim berlangsung di istana kerajaan Sicilia. Dalam suasana penuh keakraban, Raja Roger II - penguasa Sicilia secara khusus menyambut kedatangan tamu Muslim kehormatannya yang bernama Al-Idrisi.

Sang ilmuwan Muslim itu pun dipersilakan untuk duduk di tempat kehormatan. Keduanya lalu berbincang dalam sebuah pertemuan yang boleh dibilang tak lazim itu. Betapa tidak, di saat umat Islam berjihad melawan tentara Perang Salib di Yerusalem, dua peradaban yang berseberangan justru duduk berdampingan dengan penuh keharmonisan di Sicilia bekas wilayah kekuasaan Islam. 

Ilmuwan Muslim yang mendapat undangan kehormatan dari Raja Roger II itu bernama Al-Idrisi. Dia adalah geografer dan kartografer (pembuat peta) termasyhur di abad ke-12 M. Kepopuleran Al-Idrisi dalam dua bidang ilmu sosial itu telah membuat sang raja yang beragama Nasrani itu kepincut. Apalagi, Raja Roger II sangat tertarik dengan studi geografi.

Raja Roger II mengundang Al-Idrisi ke istananya yang megah agar dibuatkan peta oleh sang ilmuwan Muslim. Pada era itu, belum ada ahli geografi dan kartografi Kristen Eropa yang mumpuni untuk membuat sebuah peta dunia secara akurat. "Saat itu, para ahli geografi dan kartografi Barat masih menggunakan pendekatan simbolis dan fantasi," ungkap Frances Carnegie dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi And Roger’s Book.
Tabula Rogeriana digambar oleh Al-Idrisi untuk Raja Roger II dari Sisilia pada tahun 1154 adalah salah satu peta dunia kuno yang paling canggih. (Gambar dari: http://adf.ly/1cFSYv)
Alih-alih menggunakan pendekatan ilmiah seperti yang dilakukan para ilmuwan Muslim, para sarjana Barat ternyata masih bertumpu pada hal-hal mistis dan tradisional dalam membuat peta. Sehingga, tak ada jalan lain bagi Raja Roger II untuk memenuhi ambisinya membuat sebuah peta dunia yang akurat. Ia pun harus berbesar hati meminta bantuan kepada ilmuwan Islam.

Dalam pertemuan bersejarah itu, Raja Roger II dan Al- Idrisi pun bersepakat untuk mem buat peta dunia perta ma yang akurat. Proyek besar itu pun dirancang. Al-Id ris dan Raja Roger II bersepakat proyek pembuatan peta dunia itu akan diselesaikan dalam tem po 15 tahun. Guna mewujud kan ambisinya, didirikanlah akademi geografer yang dipimpin Raja Roger II dan Al-Idrisi.

Megaproyek pembuatan peta dunia itu melibatkan 12 sarjana, sebanyak 10 orang di antaranya adalah ilmuwan Muslim. Adalah berkah tersendiri bagi Al-Idrisi bisa mengerjakan pembuatan peta itu di kota Palermo. Sebab, di kota itulah para navigator dari berbagai wilayah seperti Mediterania, Atlantik dan perairan utara kerap bertemu. Al-Idrisi menggali informasi dari setiap navigator yang tengah beristirahat di Palermo.

Ia bersama timnya mewawancarai dan menggali pengalaman para navigator. Penjelasan dari seorang navigator akan dikonfrontir kepada navigator lainnya. Hasil kajiannya itu lalu dirumuskan. Selama bertahun-tahun, Al-Idrisi menyaring fakta-fakta yang berhasil dikumpulkannya. Ia hanya menggunakan keterangan dan penjelasan yang paling jelas sebagai acuan membuat peta. Menjelang tenggat waktu yang ditetapkan, peta yang diinginkan Raja Roger II pun akhirnya selesai dibuat, tepat pada tahun 1154 M.

"Saat raja tak lagi ambil bagian secara aktif, saya selesaikan peta ini," papar Al- Idrisi dalam pengantar kitab Nuzhat Al-Mustaq fi Ikhtirak Al-Afaq yang ditulisnya. Sebagai seorang geografer yang meyakini bahwa Bumi itu berbentuk bulat, Al-Idrisi secara gemilang membuat peta bola bumi alias globe dari perak. Bola bumi yang diciptakannya itu memiliki berat sekitar 400 kilogram.

Dalam globe itu, Al-Idrisi menggambarkan enam benua dengan dilengkapi jalur perdagangan, danau, sungai, kota-kota utama, daratan serta gunung-gunung. Tak cuma itu, globe yang dibuatnya itu juga sudah memuat informasi mengenai jarak, panjang dan tinggi secara tepat. Guna melengkapi bola bumi yang dirancangnya, Al-Idrisi pun menulis buku berjudul Al-Kitab al-Rujari atau Buku Roger yang didedikasikan untuk sang raja.

Selain menulis Buku Roger, Al-Idrisi pun sempat merampungkan penulisan kitab Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq. Ini adalah ensiklopedia geografi yang berisi peta serta informasi mengenai negara-negara di Eropa, Afrika dan Asia secara rinci. Setelah itu, dia juga menyusun sebuah ensiklopedia yang lebih komprehensif bertajuk: Rawd-Unnas wa-Nuzhat al-Nafs.

Selama mendedikasikan dirinya di Sicilia - sebuah provinsi atonom yang berada di Selatan Italia - Al-Idrisi telah membuat hampir 70 peta daerah yang sebelumnya tak tercatat dalam peta. Al-Idrisi terbilang amat fenomenal. Dua abad sebelum Marco Polo menjelajahi samudera, dia sudah memasukkan seluruh benua seperti Eropa, Asia, Afrika, dan utara Equador ke dalam peta yang diciptakannya.

Al-Idrisi merupakan ilmuwan Muslim yang mendapatkan pendidikan di kota Cordoba, Spanyol. Sejak muda, dia sudah tertarik dengan studi geografi. Laiknya geografer kebanyakan, Al-Idrisi juga sempat menjelajahi banyak tempat yang jaraknya terbilang jauh meliputi Eropa dan Afrika Utara. Dia sembat mengembara ke Prancis, Spanyol, Portugal, Inggris dan negeri lainnya di belahan benua Eropa.

Dia melakukan pengembaraan untuk mengumpulkan data-data tentang geografi. Pada masa itu, para geografer Muslim sudah mampu mengukur permukaan bumi serta akurat serta peta seluruh dunia. Sebagai ilmuwan yang cerdas, Al-Idrisi, mengkombinasikan pengetahuan yang diperolehnya dengan hasil penemuannya. Itulah yang membuat pengetahuannya terhadap seluruh bagian dunia sangat komprehensif.

Al-Idrisi dan Zoologi 
Selain dikenal sebagai geografer dan kartografer, Al-Idrisi juga turut memberi sumbangan bagi pengembangan studi zoologi dan botani. Kontribusinya yang terbilang penting bagi pengembangan ilmu hayat itu dituliskannya dalam beberapa buku. Ia begitu intens mengkaji ilmu pengobatan dengan tumbuh- tumbuhan.

Tak heran, jika ilmu Botani berkembang pesat di Cordoba, Spanyol - tempat Al-Idrisi menimba ilmu. Salah satu buku botaninya yang paling terkenal berjudul Kitab al-Jami-li-Sifat Ashtat al-Nabatat. Dalam kitab itu, Al-Idrisi mengulas dan menggabungkan semua literatur dari berbagai topik tentang botani yang khusus mengkaji pengobatan tumbuh-tumbuhan.

Al-Idrisi pun mulai mengelompokkan nama-nama tanaman obat dalam beberapa bahasa termasuk Berber, Suriah, Persia, India, Yunani, dan Latin. Bukubuku yang ditulisnya begitu berpengaruh bagi para sarjana dan Ilmuwan di Eropa. Sicilia - tempat Al- Idrisi mendedikasikan diri untuk pengembangan ilmu pengetahuan diyakini sebagai gerbang transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai Islam kepada peradaban Barat.

Saat dia diundang Raja Roger II ke istana Palermo, minat dan keingintahuan Barat terhadap ilmu pengetahuan yang dikuasai peradaban Islam sedang membuncah. Seperti halnya umat Islam di abad ke-8 M yang melakukan transfer pengetahuan dari peradaban sebelumnya, sarjana Barat pun banyak yang menerjemahkan buku-buku Al-Idrisi.

Baik itu buku tentang geografi, kartografi, zoologi dan botani yang ditulisnya diterjemahkan para sarjana Barat ke dalam bahasa Latin. Malah, salah satu buku yang ditulisnya dialihbahasakan dan dipublikasikan di Roma pada tahun 1619 M. Sayangnya, ada sarjana Barat berupaya menutupi keberhasilan Al-Idrisi dengan cara tak mencantumkan namanya dalam buku yang diterjemahkan di Eropa.

Pengakuan Dunia pada Sang Ilmuwan
Sosok Al-Idrisi di benua Eropa memang tergolong sangat fenomenal. Selama berabad-abad, peta yang dibuatnya telah digunakan peradaban Barat. Maklum, pada masa itu belum ada sarjana Barat yang mampu membuat peta dunia yang akurat. Peta yang diciptakan Al-Idrisi itu pun digunakan para penjelajah Barat untuk berkeliling dunia.

Tanpa peta Al-Idrisi, boleh jadi Chistopher Columbus tak bisa menginjakkan kakinya di benua Amerika. Menurut Dr. A Zahoor dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi, saat melakukan ekspedisi mengelilingi dunia, Columbus menggunakan peta yang dibuat Al-Idrisi. Inilah salah salah satu fakta lainnya yang dapat mematahkan klaim Barat bahwa Columbus merupakan penemu benua Amerika yang pertama.

Ilmuwan Barat bernama Scott mengakui kehebatan dan kepiawaian Al-Idrisi dalam merancang dan membuat peta dunia yang begitu akurat. Menurut Scott, selama tiga abad lamanya peta yang dibuat Al-Idrisi dijiplak para geografer tanpa mengubahnya sedikit pun. Itu membuktikan betapa para geografer Barat begitu mengagumi dan mengakui kapasitas keilmuwan Al-Idrisi.

"Kompilasi yang disusun Al-Idrisi menandai sebuah era dalam sejarah sains. Tak hanya informasi historisnya saja yang sangat bernilai dan memikat, namun penjelasannya tentang beberapa bagian dunia masih berlaku," papar Scott mengakui karya yang telah disumbangkan Al-Idrisi. Atas pencapaianya dalam membuat peta dunia yang begitu akurat, Al-Idrisi mendapat hadiah dari Raja Roger berupa ratusan ribu keping perak serta sebuah kapal yang penuh dengan barang cenderamata. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | DAKWAH MEDIA]
Note: This blog can be accessed via your smart phone.

Tuesday, June 21, 2016

Penggagas Pertama Teori Evolusi

Abu Uthman Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih (781-869)
Charles Darwin yang terkenal lewat karyanya 'The Origin of Species' adalah bukan orang pertama yang menggagas Teori Evolusi. Ratusan tahun sebelumnya, seorang ilmuwan yang hidup pada masa kejayaan peradaban Islam bernama Al Jahiz telah menuangkan gagasan evolusi dalam karya tulis ilmiah setebal 350 halaman.

Dia adalah Abu Uthman Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, demikian nama lengkap Al Jahiz, yang lahir di Basra, Irak, pada tahun 776. Namanya berarti "mata bundar seperti ikan". Al Jahiz memang dilahirkan dari keluarga yang sederhana sehingga ia harus ikut berjualan ikan bersama ibunya di Kanal Basra.

Keterbatasan tak memupus semangat Al Jahiz. Ia tumbuh menjadi seorang humoris dan penuh rasa ingin tahu. Sebagai Muslim, dia gemar melewatkan waktu di Masjid Besar Basra. Di sana, dia belajar dari para ulama, membahas beragam pertanyaan dan tak jarang berdebat.

Dia pun tak sungkan untuk bertemu dan belajar dari penyair-penyair terkenal masa lalu, seperti Al-Asma'i, Abu Zayd, dan Abu Ubuyda. Hasilnya, kemampuan bahasanya meningkat pesat. Dalam waktu singkat, Al Jahiz mahir berbahasa Arab. Kemampuan itu mendukungnya belajar lebih banyak.

Haus akan ilmu pengetahuan, Al Jahiz berkelana ke berbagai daerah, seperti Damaskus, Beirut, Samara, dan Baghdad. Ia lalu memutuskan untuk menetap dan belajar. Ia hidup dari menulis. Diperkirakan, ia telah menulis 200 karya meski kini tersisa 30 saja.

Esai mengenai kekhalifahan yang ia tulis menjadi tiket emas masuk ke lingkungan kalangan atas. Esai itu juga menyita perhatian Khalifah Al-Ma'mun, khalifah ke-7 Dinasti Abbasiyah. Ia banyak berhubungan dengan tokoh politik terkemuka, termasuk menjadi orang kepercayaan Hakim Agung Ahmad bin Abi Du'ad.

Meski banyak membaca tulisan Aristoteles dan banyak karya klasik Yunani Kuno lainnya, Al Jahiz punya gaya sendiri dalam menulis. Ia gemar menyematkan humor. Al Jahiz menganggap humor bukan hanya sebagai alat untuk menghibur, melainkan juga sarana untuk menyebarkan gagasan seluas mungkin.

Kitab Al Hayawan 
Karya Al Jahiz yang paling berpengaruh adalah Kitab Al Hayawan (Kitab Hewan-hewan). Kitab itu ibarat sebuah ensiklopedia, memuat tulisan tentang sekitar 350 spesies hewan yang terbagi dalam tujuh volume, serta dilengkapi dengan gambar-gambar dan penjelasan yang detail.
Salah satu ilustrasi dalam Kitab Al Hayawan. Al Jahiz menulis kitab tersebut pada abad ke 9, berisi gagasan tentang adaptasi dan evolusi. (Gambar dari: http://adf.ly/1bN4yT)
Kitab ini merupakan buku pertama yang mengungkap berbagai aspek biologi dan zoologi hewan, seperti klasifikasi binatang, rantai makanan, seleksi alam, dan evolusi. Al Jahiz setidaknya sudah menulis dengan jelas bagaimana hewan yang lebih besar bisa menakuti hewan yang lebih kecil ukurannya.

"Hyena bisa menakuti rubah atau binatang yang lebih kecil ukurannya. Semua hewan kecil akan memakan hewan yang lebih kecil darinya dan hewan yang lebih besar tidak bisa memakan yang lebih besar. Ini adalah hukum eksistensi," tulisnya dalam kitab tersebut.

Karya itu bahkan mendeskripsikan mimikri, cara komunikasi, serta tingkat kecerdasan serangga, dan hewan lainnya. Al Jahiz menjelaskan dengan detail perilaku semut dalam bekerja sama, bagaimana mereka menyimpan gandum di sarang dan menjaga agar tak busuk saat hujan.

Kitab Al Hayawan ini memuat tiga hal penting dalam proses evolusi yang juga dituliskan oleh Charles Darwin dalam The Origin of Species. Menurut Al Jahiz, hewan-hewan berjuang untuk tetap bertahan hidup, bertransformasi menjadi spesies, dan mengatasi faktor-faktor lingkungan.

Al Jahiz percaya bahwa satu spesies bisa mengalami transformasi secara jangka panjang sehingga memunculkan spesies baru. "Orang berkata beragam tentang eksistensi hewan berkaki empat. Beberapa menerima perubahan dan melahirkan eksistensi anjing, serigala, rubah, dan kerabatnya. Keluarga itu berasal dari orang makhluk yang sama," demikian ditulisnya.

Kitab Al-Hayawan yang berpengaruh menjadi acuan bagi para pakar hewan dan pemikir evolusi di Eropa. Miguel Asín Palacios, seorang ilmuwan dan pendeta Katolik, mengatakan, karya Al Jahiz sangat berarti bagi perkembangan sains, terutama zoologi.

Menjelang akhir hidupnya, Al Jahiz menderita kelumpuhan total pada satu sisi tubuhnya (hemiplegia). Ia memutuskan pensiun dan kembali ke tempat kelahirannya, Basra. Dan ia meninggal dunia pada tahun 869 pada usia 93 tahun. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | ]
Note: This blog can be accessed via your smart phone.

Sunday, May 1, 2016

Penemu Mesin Fax

ALEXANDER BAIN (1811-1877)
Alexander Bain dilahirkan pada Oktober 1811, di Watten, Caithness, Skotlandia dan meninggal 2 Januari 1877 di Kirkintilloch dan dimakamkan di Pemakaman Old Aisle.

Teknologi dasar di balik fax telah ada sekitar 150 tahun yang lalu,  tepatnya ketika Alexander Bain menciptakan mesin faks pertama pada tahun 1843. Dia percaya bahwa simbol yang digunakan dalam kode Morse dapat diterapkan secara visual, bukan hanya dari pendengaran, dan oleh karena itu akan digunakan untuk mengirim jenis informasi lainnya. 
Desan mesin telegraf ciptaan Alexander Bain. (Gambar dari: http://adf.ly/1ZqQ2q)
Alexander Bain yang juga seorang pembuat jam, juga menggunakan pengetahuannya untuk mendesain dan membuat konsep dasar dari mesin fax modern. Gagasan untuk menggunakan sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan oleh operator telegraf adalah langkah besar dalam telekomunikasi.

Dalam perangkat fax pertama desain Alexander Bain, sinyal-sinyal akan melewati jenis kertas yang direndam dalam suatu kimia. Sinyal tersebut kemudian akan menyebabkan bahan kimia tersebut menguap, meninggalkan tanda panjang atau pendek dalam kode Morse. Tanda ini memungkinkan untuk pengiriman informasi lebih cepat dan memungkinkan dia untuk membuat rekaman dengan menekan lubang yang memungkinkan untuk mentransmisikan sinyal secara otomatis. Perangkat ini dikenal meskipun hampir tidak cukup luas, sebagai telegraf "kimia." yang merupakan cikal bakal dari mesin fax sederhana pertama di dunia.
Plakat peringatan tentang penemuan Alexander Bain. (Gambar dari: http://adf.ly/1ZqQ2q)
Telegraf sinyal adalah mesin faks pertama yang sukses mengirim pesan dengan mengatur transmisi arus listrik. Karena mesin faks, pengiriman pesan teks atau dokumen jauh lebih cepat itu dan penemuan tersebut merupakan salah satu tonggak terbesar dalam sejarah teknologi komunikasi. Teknologi dari mesin fax dibangun di atas teknologi telegraf temuan Alexander Bain.

Konsep dasar dari mesin faks adalah untuk mengirim faksimili atau salinan teks yang merupakan Konsep asli yang dikemukakan oleh Alexander Bain. Idenya adalah bahwa kita bisa memindai gambar, gambar atau teks, dan gambar scan bisa ditafsirkan sebagai sinyal pada kotak yang diaktifkan on atau off. Artinya, informasi tersebut akan muncul ke penerima mekanik di mesin fax penerima, yang kemudian akan mencetak gambar.

Mesin Fax mulai menjadi sangat populer pada tahun 1983 ketika Komite Konsultasi Internasional Telephonique et Telegraphique (atau CCITT Grup 3) menetapkan protokol standar untuk fax. The CCITT adalah sebuah organisasi yang menetapkan standar komunikasi internasional, dan fax tentu menjadi standar dari waktu ke waktu. Mesin Fax dengan cepat menjadi biasa dalam dunia bisnis. Mesin fax banyak digunakan untuk mengirimkan dokumen-dokumen hukum dan juga dokumen bisnis. Meskipun telah berkurang akibat penggunaan email dan teknologi lainnya, banyak bisnis tergantung pada teknologi fax ke hari ini.

Tahun 1990-an, mesin faks memiliki ukuran yang besar dan sulit untuk dioperasikan. Lama kelamaan mesin fax muncul dengan tampilan yang lebih user-friendly dan banyak digunakan. Teknologi faks sekarang bagian dari teknologi "all in one" dalam satu printer, dengan kemampuan untuk fax, scan, mencetak dan menyalin, semua dengan biaya yang murah.

Meskipun mesin fax telah ada sekitar selama bertahun-tahun dan digunakan secara luas, tampaknya fax melalui Internet lebih cepat dan menjadi sarana yang sangat populer untuk transmisi informasi. Fakta bahwa internet mampu mengirimkan informasi pada kecepatan tinggi membuatnya lebih nyaman dan lebih mudah bagi orang untuk memanfaatkannya. Meskipun semakin banyak orang berpaling ke fax internet, mesin fax masih dianggap sebagai bagian yang sangat penting dari teknologi. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | ]
Note: This blog can be accessed via your smart phone

Sunday, April 3, 2016

Penemu Rotasi Medan Magnet

NICOLAS TESLA (1856-1943)
Nikola Tesla berkontribusi pada pengembangan sistem listrik arus bolak-balik yang banyak digunakan saat ini dan menemukan rotasi medan magnet (dasar dari sebagian besar mesin listrik bolak balik). Ia terlahir dari etnis Serbia di desa Smijan, Kroasia, pada 28 Juni 1856.

pada tahun 1870-an, Nikola sudah menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Teknologi Graz, Austria. Disana ia mempelajari penggunaan arus listrik bolak-balik (AC) dan lebih tertarik untuk membuat motor listrik arus searah (DC) menjadi lebih efisien. Pada tahun 1882, Nikola telah berhasil membuat sebuah konsep yang menarik, yaitu konsep motor induksi.
Motor Induksi arus bolak-balik (AC) buatan Nicola Tesla. (Gambar dari: http://adf.ly/1YuNgz)
Pada tahun 1882, Nikola pergi ke Paris dan bekerja di Contionental Edison Company, sebagai engineer yang memiliki tugas untuk membuat desain peralatan electrik yang dapat melintasi benua yang berasal dari ide Edison. Di sana ia mulai mengerti tentang motor induksi dan telah mulai melakukan pengembangan beberapa variasi dengan menggunakan sistim putaran bidang magnetic, dan mendaftarkannya pada lembaga paten, pada tahun 1888 ia mendapatkan hak patennya.

Pada tahun 1894, ia bekerja di Edison Machine Work, disana ia menyelesaikan segala masalah yang berhubungan dengan kelistrikan. Di perusahaan tersebut, Nikola sempat merancang 24 jenis dinamo dan pada tahun 1895, Nikola berhasil mengirim sinyal radio hingga jarak 50 mil. Karena gaji yang tidak memuaskan, maka Nikola keluar dari perusahaan Edison tersebut.

Pada tahun 1886, Nikola mendirikan perusahaan sendiri yang di beri nama Tesla Electric Light and Manufacturing, selama setahun ia telah mematenkan tiga penemuannya. Para investor tidak menyetujui usulnya untuk meneruskan projek Alternating Current Motor, karena ia terus melanjutkan projek tersebut maka ia di keluarkan dari perusahaan tersebut. Pada tahun 1888, Nikola berhasil mendemonstasikan kerja motor induksi arus bolak-balik di depan American Institute of Electrical Engineers dan menandatangani kontrak perjanjian.

Di tahun yang sama, ia juga telah mengembangkan salah satu hasil penemuannya yang di beri nama Prinsip Tesla Coil. Ia bekerja sama dengan George Westinghouse, pemilik Westinghouse Electric and Manufacturing Company. Nikola memperkenalkan motor dan sistem listrik disebuah makalah "New System of Alternating Current Motors and Transformer". 

George sangat tertarik dengan penemuan Nikola tersebut. Saat George mengunjungi laboratorium Nikola, ia sangat kagum dengan apa yang dilihatnya. Nikola membangun sistem model polyphase yang terdiri atas arus bolak-balik, dengan langkah up-dinamo serta step down transformator dan motor AC. George dan Nikola bekerjasama untuk mengelola listrik nasional di Amerika.

Pada tahun 1882, Nikola telah menemukan rotasi medan magnet, ia mengadaptasi prinsip rotasi medan magnet untuk membangun motor induksi arus bolak-balik dan sistem polyphase untuk transmisi distribusi generasi serta penggunaan daya listrik. Sistem motor induksi AC dari Nicola Tesla banyak digunakan di bidang industri. Nikola Tesla meninggal dunia pada 7 Januari 1943 di New York. Nikola di kremasi di Ardsley, Hudson, New York. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | BIO]
Note: This blog can be accessed via your smart phone

Monday, February 15, 2016

Penemu Antena

HIDETSUGU YAGI (1886-1976)
Pada tanggal 28 Januari yang lalu, Google merayakan ulang tahun yang ke 130 dari si penemu antena yang bernama Hidetsugu Yagi. Dunia mengenal Hidetsugu Yagi sebagai penemu dari antena. Bersama dengan Shintaro Uda, Hidetsugu berhasil membuat antena yang banyak digunakan untuk televisi dan radio.

Melihat namanya anda sudah pasti dapat menebak asal penemu antena ini. Dia berasal dari Jepang. Hidetsugu Yagi dilahirkan pada tanggal 28 Januari 1886 di Osaka. Sejak kecil ia beliau sudah menyukai dunia elektronika. Itulah yang menjadikan ia kemudian memilih jurusan listrik di universitas Imperial Tokyo dan pada tahun 1909, ia kemudian berhasil menjadi insinyur listrik.
Bentuk umum dari Antena Yagi. (Gambar dari: http://adf.ly/1Wj3Vd)
Karena kecerdasannya, ia kemudian bekerja di kampusnya dan kemudian pada tahun 1913, ia kemudian berangkat ke Inggris untuk belajar mengenai kelistrikan dan kemudian ia juga ke Amerika dan terakhir ke Jerman. Di Jerman, ia melakukan penelitian mengenai generasi gelombang listrik dengan menggunakan teknologi wireless. Dalam penelitiannya tersebut, Hidetsugu Yagi menemukan gelombang listrik dapat dihantarkan dalam kondisi tertentu. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dari penemuan antena. Selanjutnya dengan bantuan seseorang bernama Shintaro Uda mereka mencoba mengembangkan sebuah alat dari hasil penelitian Hidetsugu tersebut.
Antena Yagi pada saat pertama kali diciptakan. (Gambar dari: http://adf.ly/1Wj1ts)
Shintaro Uda. (Gambar dari 
: http://adf.ly/1Wj4mV)
Tahun 1926 di laboratorium, Hidetsugu Yagi yang dibantu rekannya Shintaro Uda (1896-1976) berhasil menemukan antena pertama di dunia yang kemudian dinamakan dengan Antena Yagi. Nama Yagi berasal dari nama belakang Hidetsugu Yagi. Antena tersebut ia patenkan dengan nama 'Yagi Antenna' dengan nomor paten 69115. Kemudian pada tahun 1930 setelah menemukan antena, Hidetsugu Yagi kembali ke negara asalnya yaitu Jepang.

Di Jepang, Hidetsugu mengenalkan benda hasil penemuannya ke masyarakat. Namun antena hasil temuan Hidetsugu Yagi kurang mendapat perhatian dari masyarakat, terutama akademisi Jepang. Hal ini disebabkan karena mereka ketika itu kurang paham megenai komunikasi enginering. Namun diluar Jepang, Antena temuan Hidetsugu Yagi banyak mendapat pujian dari negara negara Eropa dan Amerika ketika itu.
Metoda pengarahan gelombang listrik. (Gambar dari: http://adf.ly/1Wj1ts)
Dengan adanya antena dapat memudahan gelombang elektromagnetik menjadi terarah. Hidetsugu Yagi sendiri menjadi Direktur Fakultas Ilmu Industri Universitas Tokyo pada tahun 1942 dan kemudian menjadi direktur Jenderal Institut Teknologi pada tahun 1944 dan kemudian Direktur Jenderal OSaka Imperial University pada tahun 1946. Kemudian di tahun 1952, Hidetsugu  Yagi menjadi presiden Established Yagi Antenna Inc, dan di tahun 1961 ia kemudian pensiun sebagai presiden di perusahaan tersebut.

Dan di tahun 1976, Hidetsugu Yagi meninggal dunia saat ia berusia 89 tahun meninggalkan penemuan yang bermanfaat bagi manusia. Saat ini antena sangat berguna dan banyak digunakan oleh jutaan masyarakat di seuruh dunia. Hal ini memperlihatkan pentingnya temuan Hidetsugu Yagi ini. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | ]
Note: This blog can be accessed via your smart phone