Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Try with us

Join & Get Updates

Friday, November 13, 2015

Pelopor Sepatu Olahraga Modern

ADOLF DASSLER (1900-1978)
Jika anda perhatikan bagian telapak sepatu yang dipakai oleh para pemain sepak bola saat ini. Pada telapak sepatu itu terdapat paku, bukan? Ya, paku itu berguna agar kaki pemain sepak bola dapat menancap kuat di tanah sehingga dapat menapak kuat, tak mudah goyah, apalagi terpeleset kendatipun akibat kondisi lapangan yang licin akibat hujan. Penggagas sepatu dengan paku karet untuk pemain sepak bola itu adalah seorang warga Jerman bernama Adolf Dassler.

Adolf Dassler lahir di Herzogenaurach, Bavaria-Jerman, 3 November 1900. Sebagaimana kebiasaan orang Jerman yang selalu memanggil nama Adolf sebagai Adi sehingga Adolf Dassler pun lebih dikenal dengan nama Adi Dassler. Dan keahlian membuat sepatu diperolehnya dari sang ayah, Cristoph Dassler yang merupakan seorang pekerja di sebuah pabrik sepatu.

Pada tahun 1920, dia mengawali usahanya dari ruang cuci milik ibunya dengan bantuan dari saudaranya Zehlein, kemudian kakaknya Rudolf Dassler bergabung pada tahun 1924, akhirnya dia bersama dengan saudaranya mendirikan sebuah perusahaan sepatu bernama 'Dassler Brother Shoe Factory'.
Pada tahun 1949, Adi Dassler memproduksi sepatu pertama dengan paku karet pada bagian telapaknya. Dan berkat sepatu sepak bola kreasinya tersebut Jerman menjuarai Piala Dunia 1954 di Swiss. (Gambar dari: http://bit.ly/1HGKE7i)
Adi Dassler bertekad untuk menciptakan sepatu dengan performa tinggi bagi Atlet di Jerman dan di seluruh Eropa. Karena itulah, Adi Dassler memiliki komitmen dan perhatian penuh pada kualitas sepatu cipataannya. Komitmen Adi pada kualitas tersebut, membawa Dassler bersaudara sebagai produsen sepatu berkualitas tinggi sehingga sering dipakai oleh atlet-atlt legendaris pada masa itu.

Pada tahun 1925, Adi Dassler membuat sepatu yang memiliki paku pada telapaknya untuk arena atletik. Sepatu buatannya itu pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade 1928 di Amsterdam. Kemudian pada Olimpiade 1938 di Berlin, atlet Amerika Serikat, Jesse owens berhasil meraih medali emas karena memakai sepatu karya Adi Dassler. Peristiwa itu menjadi puncak ketenaran sepatu karya Adi Dassler dan turut mengibarkan nama Dassler Brothers.

Namun sayang, pada tahun 1948, karena suatu alasan, keduanya terlibat perseteruan. Keduanya pun memutuskan berpisah. Adi dan Rudolf pun lalu membuat perusahaan dan merk sepatu sendiri. Adi Dassler mendirikan perusahaan dan membuat merk sepatu "ADIDAS". Nama ADIDAS diperoleh dari singkatan namanya yaitu Adi Dassler. Sedangkan Rudolf mendirikan perusahaan dan membuat merk sepatu "PUMA".

Logo Adidas sejak pertama didirikan pada tahun 1948 atau pada saat dua bersaudara Dassler berpisah, secara visual hanya berupa huruf Adidas, dengan nama Adolf Dassler diatasnya, serta ilustrasi sepatu ditengahnya. Dengan merk ini, sepatu buatan Adi Dassler mencapai titik kesuksesannya, dengan diakuinya merk Adidas di ajang pesta olahraga dunia, seperti Olimpiade Helsinki, Melbourne, Roma, dan lainnya.

Tahun 1949, Adi Dassler memproduksi sepatu sepak bola pertama yang memiliki paku karet pada telapaknya. Berkat sepatu sepak bola kreasinya tersebut Jerman menjuarai Piala Dunia 1954 di Swiss.
Transformasi logo dari Adidas sejak perusahaan berdiri hingga saat ini. (Gambar dari: http://bit.ly/1WM0HNe)
Pada tahun 1972, logo Adidas mengalami perubahan yakni dengan menggunakan konsep "tre-foil logo" yaitu logo dengan visual tiga daun yang terangkai. Konsep tiga daun ini memiliki makna simbolisasi dan semangat olimpiade yang menghubungkan tiga benua. Sejak saat itulah Adidas menjadi sepatu resmi yang dipergunakan pada event Olimpiade di seluruh dunia.

Setelah bertahun-tahun berjaya dan mengalami liku-liku perkembangan usaha, pada tahun 1996, Adidas mengalami modernisasi dengan menerapkan konsep "We knew then we know now" yang kurang lebih menggambarkan kesuksesan masa lalu dan kejayaan hingga kini. Adapun logo baru yang digunakan, secara visual berupa tiga balok miring yang membentuk tanjakan, yang menggambarkan kekuatan, daya tahan, serta masa depan. Sejak saat itu, logo Adidas tidak pernah mengalami perubahan dan masih tetap berjaya hingga saat ini.

Sejarah pun mencatat, bertahun-tahun Adidas terus melakukan upaya perbaikan produksinya. Banyak orang kemudian mengaitkan perjalanan waktu ini dengan mutu, gaya, dan reputasi Adidas. Selain sepatu sepak bola, Adi Dassler memiliki sekitar 700 hak paten berkait dengan sepatu olahraga. Adi Dassler meninggal dunia pada 5 September 1978.

Adi Dassler telah memberi kita banyak inspirasi. Kita bisa belajar dari kepribadiannya, hidupnya, dan cara bagaimana ia membangun usahanya. Dia adalah seorang pkerja keras. Dengan kerendahan hati, ia bisa membangun sebuah perusahaan sederhana menjadi sangat terkenal dan besar sampai saat ini. 

Dia bisa mempengaruhi orang lain untuk bertahan hidup. Semangat dan loyalitasnya benar-benar menginspirasi kita untuk bertindak seperti dia. Namanya dan sejarahnya akan selalu diingat oleh semua orang di seluruh dunia. *** [EKA | DARI BERBAGAI SUMBER | 70PENEMU]
Note: This blog can be accessed via your smart phone.
Kindly Bookmark and Share it: