Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Try with us

Join & Get Updates

Tuesday, January 21, 2014

Kimiawan Penemu Propana Elpiji

WALTER OTHEMAN SNELLING (1880-1965)
Liquefied petroleum gas atau yang dilafalkan sebagai elpiji dan banyak kita gunakan saat ini, merupakan salah satu hasil penelitian kimiawan asal Amerika yang bernama Walter Otheman Snelling yang menemukan propana, sebagai salah satu komponen utama elpiji. Ia mengidentifikasi propana sebagai komponen volatil atau bersifat stabil dalam bensin pada tahun 1910.

Propana merupakan senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam keadaan normal, tetapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleum lain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam.
Senyawa alkana 3 karbon (C3H8) dalam keadaan normal memiliki wujud gas, namun tetapi dapat dikompresi menjadi cairan.
Snelling adalah ahli kimia berkebangsaan Amerika Serikat yang lahir pada 13 Desember 1880 di Washington DC dan meninggal dunia pada 10 September 1965 di Allentown, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia mengenyam pendidikan di tiga universitas ternama di Amerika, yakni Harvard University, Yale University, dan George Washington University. Di tahun 1919, ia menikahi Helen Maijorie di Union City, Pennsylvania. Helen berumur 21 tahun lebih muda dari Snelling, yakni kelahiran 1901 dan meninggal dunia tahun 1976 di usianya yang ke-75 tahun.

Mereka dikaruniai 7 orang anak dan menjalani seluruh kehidupan pernikahannya di Allentown, Pennsylvania. Keluarga Snelling membeli sebuah rumah di pinggiran kota West Park antara tahun 1940 atau 1941, dan Walter tinggal di sana hingga kematiannya.

Awalnya, saat di Washington DC, Snelling yang telah menerima gelar dari Universitas Harvard, Yale, serta George Washington, melakukan penelitian yang menjadi pekerjaannya yakni survei geologi, untuk mengembangkan detonator bawah air untuk bahan peledak.

Pada tahun 1907, ia memperoleh izin menggunakan ruang laboratorium di Universitas George Washington. Dengan menggunakan pipa berisi air di luar jendela laboratorium itu, Snelling menguji detonator buatannya untuk peledakan bawah air yang diperlukan dalam pembangunan Terusan Panama. Perangkat yang dihasilkannya itu membuat pemerintah mampu berhemat setengah juta dolar AS per tahun saat membuat "ukiran besar" dari Atlantik ke Pasifik tersebut.

Tahun-tahun berikutnya, Snelling beserta stafnya pindah ke Pitssburg yang kantornya kelak menjadi biro pertambangan Amerika. Di sana, Snelling berhasil memisahkan "bensin liar" dalam bentuk cair dan komponen gas. Volatilitas dari hidrokarbon ringan ini menyebabkan mereka dikenal sebagai sebagai bahan bakar "liar" karena tingginya tekanan uap dari bensin yang dimurnikan. Pada 31 Maret 1910, New York Times melaporkan penelitian Snelling mengenai gas cair dengan menulis: "...hanya dengan botol baja bisa menyimpan gas untuk menerangi rumah biasa selama 3 minggu".

Pada 6 Juni 1911, Snelling memberikan laporan lengkap tentang pekerjaannya kepada Biro Pertambangan Amerika. Pada 12 Juni 1911, dalam bentuk tertulis, ia menyerahkan semua informasi yang diperlukan terkait suhu tekanan elpiji dan metode penyulingan untuk dipatenkan.

Sayangnya, Snelling yang saat itu begitu dekat dengan 200 buah paten terkait dengan penemuannya dan yang merupakan ilmuwan ahli peledakan terkemuka pada masa itu, tidak dilahirkan dengan bakat bisnis. Ia dan para stafnya tidak ditakdirkan menjadi pemimpin industri propana dunia.

Setelah mereka berjuang habis-habisan untuk menerobos pasar guna memasarkan elpiji penemuannya, mereka gagal. Di saat kritis, hasil penelitiannya dan hak patennya tersebut kemudian dijual kepada Frank Phillips, pendiri perusahaan minyak raksasa Philips Petroleum, yang kemudian dikembangkan menjadi elpiji seperti yang kita pakai untuk memasak pada masa sekarang ini.

Produksi komersial pertama elpiji tidak dilakukan pada tahun 1910, dan harus menunggu hingga tahun 1920-an, hingga akhirnya perdagangan elpiji untuk regional baru dilakukan pada tahun 1950.

Salah satu anak Walter dan Helen Snelling yang bernama Richard Arkwright Snelling, adalah Gubernur Vermont. Anak laki-laki mereka lainnya, Charles Darwin Snelling, merupakan Ketua Dewan Direksi Metropolitan Washington Airports Authority dan memiliki jabatan di beberapa organisasi lainnya.

Charles merupakan anak Walter Snelling yang paling vokal "membela" hak ayahnya. Seperti dilansir dari www.lpgasmagazine.com, Charles mengatakan bahwa ia pernah mendengar ayahnya mengeluh kepada Frank Phillips dengan mengatakan, "Kamu menghasilkan miliaran dolar dari hasil penelitianku, tetapi kamu hanya memberiku 50,000 dolar AS, kamu harusnya membayarku lebih banyak." Namun kemudian Frank mengatakan, "Tidak, 'dok', aku tidak menghasilkan sepeser pun sampai masa paten ini habis." *** [EKA | FROM VARIOUS SOURCES  | FEBY SYARIFAH | PIKIRAN RAKYAT 16012014]
Note: This blog can be accessed via your smart phone.
Enhanced by Zemanta
Kindly Bookmark and Share it: